Kisah-kisah Zaman Nabi

Yang disebut khusyuk dalam sholat

    Pada suatu hari ada seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah bahwa ia kalau mengerjakan sholat tidak bisa khusyuk sepenuhnya. Sering kali masih teringat hal-hal yang lain, seperti urusan rumah tangga, utang piutang, dan lain sebagainya.
    Rasulullah menjawab, “Tidak ada orang yang dapat khusyuk sepenuhnya dengan sempurna dari awal sampai akhir.”
    Tiba-tiba Ali bin Abi Thalib menyanggah, “Saya bisa, Ya Rasulullah!”
    “Betul....?”, tanya Nabi.
    “Betul...!”, jawab Ali dengan yakin.
    “Jika dapat sempurna khusyuk dari awal sampai akhir, akanku berikan surbanku yang terbagus untukmu!”
    Ali lalu mengerjakan sholat sunah 2 rakaat. Setelah selesai ia di tanya oleh Nabi.
    “Bagaimana, bisa khusyuk dengan sempurna?”
    Dengan muka murung Ali menjawab,”Pada rakaat pertama saya khusyuk sekali, begitu pula pada rakaat kedua. Ketika sujud yang terakhir saya tetap khusyuk hingga duduk tasyahud akhir. Sampai mendekati salam, barulah hati saya berubah karena teringat akan janjimu, Ya Rasul. Bahwa engkau akan memberiku hadiah surban kepadaku. Jadi rusaklah khusyuk saya.”
    “Demikian pula yang lain-lain.”, ujar Nabi. “Yang penting ketika pikiran kita terbawa pada urusan yang lain, sesudah ingat kembalikanlah kepada sholatmu lagi. Dalam mengerjakan ibadah memang hendaknya kita mampu seakan-akan melihat Tuhan. Tapi, kalau tidak mampu asalkan kita ingat bahwa Tuhan melihat kita. Itu sudah memadai.”
    Ali bin Abi Thalib memang sahabat muda yang memiliki Ilmu dan ketaqwaan yang terpuji. Pernah Ali di tanya,” Berapa kecepatan kilat tatkala menyambar?”
    Dengan tangkas Ali menyahut,”Tidak lebih cepat dari doa seorang makhluk yang dikabulkan oleh Khaliknya.”
    Lalu waktu di tanya,”Berapa jauhkah antara Masyrik dengan Magrib?”
    Ali menjawab,”Tidak lebih jauh dari jarak terbit dan tenggelamnya matahari.”
    “Kapankah nikmatnya tidur?”
    Ali menjawab,”Tidak ada nikmatnya, bila kujawab sebelum tidur bagaimana dapat merasakan nikmatnya. Dan bila kujawab saat tidur mungkin orang tidak sadar. Karena itu jangan banyak tidur hingga berlebihan karena umurmu pendek. Meskipun umurmu masih panjang, bukankah orang yang hidup itu sadar. Tidur sama dengan tidak sadar, jadi bagaimana bisa dikatakn hidup kalau bukan orang yang mengatakannya.”
    Kemudian pada suatu kesempatan, Nabi menyuruh para sahabat membaca Al-Quran sampai khatam, tapi anehnya Ali hanya komat-kamit sebentar lalu berhenti. Ketika selesai Nabi bertanya,”Kenapa engkau tidak baca sampai khatam?”
    “Sudah sejak tadi, Ya Rasul.”
    “Cepat sekali, rasanya mustahil!”, sanggah Nabi.
    “Bukankah engkau pernah berkata bahwa kandungan surah Al-Ikhlas sama dengan sepertiga isi Al-Quran?”
    “Benar..!”
    “Karena itu saya cukup membaca surah Al-Ikhlas 3x itu sama saja mengkhatamkan Al-Quran.”
    Nabi tersentum riang menyaksikan kepandaian Ali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar